Ucok, di mata orang banyak barangkali hanyalah seorang tukang tambal ban yang mangkal di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Tapi bagi saya dia lebih dari sekadar tukang tambal ban. Apa yang dikerjakannya memiliki nilai plus bagi hidup saya.
Dia adalah orang yang berjasa bagi saya—setidaknya pada hari itu—saat ban mobil saya bocor. Bayangkan jika ban mobil saya tidak segera ditambal, bisa jadi hal-hal buruk akan menimpah saya, seperti kecelakaan lalu lintas. Pekerjaan dia juga memuluskan agenda pekerjaan saya hari itu. Ucok juga membuat saya bisa segera berkumpul kembali dengan istri dan anak saya di rumah.
Orang seringkali merasa minder dengan pekerjaannya. Barangkali dia berkata, "Ah, aku ini hanya karyawan biasa. Aku hanya seorang satpam. Aku hanya seorang pembersih toilet. Aku hanya tukang kebun. Aku hanya seorang pembantu rumah tangga. Aku hanya seorang guru, dan sebagainya." Benarkah demikian?
Baru-baru ini ketika saya memberikan pelatihan kepemimpinan kepada para guru dan kepala sekolah di Bandung, saya mengatakan kepada mereka, "Jika Anda menjadi seorang pemimpin dan guru yang baik maka Anda bisa berkata,'Hari ini aku melihat seorang bertumbuh menjadi
orang yang lebih baik dan aku tahu aku telah membantunya.'" Pernyataan sederhana itu terbukti kebenarannya ketika saya diminta untuk menjadi dosen tamu di kampus saya: Jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan Bandung, tahun silam. Saya bertemu dengan dosen sekaligus mantan ketua jurusan saat saya masih kuliah.
Dengan senyuman yang ramah dia menyapa saya dan berkata, "Paulus, saya selalu ikut merasa bangga setiap kali saya melihatmu di media massa." Oh Tuhan, betapa terharunya hati saya. Rupanya, belum lama berselang, dia membaca harian Kompas yang memuat foto saat saya membawakan seminar dan meluncuran buku di angkasa. Event tersebut adalah yang pertama di dunia dan sempat dicatat dalam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).
Sedikit-banyak saya masih ingat betapa kasih, perhatian dan pengajaran yang diberikannya semasa saya kuliah ikut membentuk diri saya. Saya sering berpikir, hanya orang sombong dan lupa ingatan sajalah yang berani mengklaim kalau apa yang dicapainya semata-mata karena usahanya sendiri.
Makna Pekerjaan
Bertolak dari cerita sederhana di atas, saya ingin mengajak kita semua untuk melihat lebih jauh manfaat dari pekerjaan kita bagi sesama. Siapa saja orang yang kualitas hidupnya menjadi lebih baik karena apa yang Anda lakukan? Apakah pekerjaan Anda sungguh memberikan nilai plus (bukan nilai minus) bagi pekerjaan dan hidup orang lain? Apa makna pekerjaan bagi Anda? Jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut tampaknya akan menentukan seberapa berarti pekerjaan Anda saat ini di mata Anda. Sejauh pengamatan saya, cara pandang kita terhadap pekerjaan kita akan sangat menentukan prestasi kerja kita. Tanpa bermaksud untuk menggurui atau menyatakan diri sebagai pakar, perkenankanlah saya untuk menawarkan beberapa rumusan mengenai makna pekerjaan.
Pertama, pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah. Tampaknya inilah makna pekerjaan yang paling dasar dan ada dalam diri setiap pencari kerja. Minimal, didorong oleh keinginan agar tidak menjadi beban bagi orang lain, seseorang akan berusaha menemukan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Cara pandang seperti ini tidaklah salah. Namun jika seseorang hanya memandang pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah maka ia akan cepat merasa bosan dan melihat pekerjaannya sebagai sebuah beban. Sangat sulit baginya menemukan kesenangan dalam bekerja. Bagaimana mengatasi hal ini? Cobalah memandang pekerjaan dari sisi lainnya.
Kedua, pekerjaan sebagai sarana untuk mengekspresikan potensi diri. Seorang pemuda yang sejak kecil hobi bermain komputer pernah ditanya mengapa ia memilih pekerjaan di bidang information technology (IT)? Sambil tersenyum, ia menjawab, "Saya menyukai pekerjaan ini dan melalui pekerjaan ini saya menemukan siapa diri saja!" Wow, sebuah jawaban yang luar biasa!
Ketiga, pekerjaan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri. Seorang mahasiswa sejak kuliah sangat aktif menulis untuk media kampus. Suatu ketika, saat musim liburan semester, ia mendapat kesempatan untuk magang di sebuah majalah berita mingguan terkemuka di negeri ini. Kesempatan magang tersebut tidak disia-siakan. Ia memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan belajar dari wartawan- wartawan senior di kantornya. Ia juga tidak segan-segan meminta masukan atas tulisan yang dibuatnya. Terkadang memang timbul rasa kecil hati manakala begitu banyak kritikan ia terima. Namun ia bersikap terbuka dan belajar untuk terus memperbaiki diri.
Seusai masa magang ia kemudian memperoleh pekerjaan di majalah yang sama. Tekadnya untuk terus mengembangkan diri membuatnya mengambil kursus jurnalistik tingkat lanjut dengan biaya sendiri. Ia juga membeli puluhan buku jurnalistik, membacanya dan mendiskusikannya dengan mereka yang dianggap ahli di bidang tersebut. Tahun berganti
tahun dan kini kualitas tulisannya telah meningkat jauh. Ia juga telah berhasil menulis sejumlah buku yang masuk kategori best seller.
Keempat, pekerjaan sebagai sarana untuk belajar hal-hal baru. Ada mitos yang mengatakan kalau bagian keuangan di sebuah perusahaan selalu berbenturan dengan bagian pemasaran. Namun hal itu tampaknya tidak berlaku bagi Linda. Meski dikenal sebagai seorang staf keuangan, Linda dikenal juga memiliki pengetahuan yang amat baik dalam bidang pemasaran, penjualan, dan sebagainya. Mengapa? Ia termasuk orang yang gaul. Ia berteman dengan staf dari bagian lain di perusahaannya dan makin menyadari kalau kesuksesan perusahaan ditentukan oleh kontribusi semua bagian.
Kelima, pekerjaan sebagai sarana untuk memperluas jaringan. Linda dalam contoh sebelumnya adalah tipe karyawan yang unggul dalam membina hubungan baik. Ia juga berhubungan dengan staf keuangan dari perusahaan lainnya yang berada di gedung yang sama. Ia juga aktif dalam asosiasi sesuai dengan profesinya dan mengikuti sejumlah mailing list yang berhungan dengan pekerjaannya. Tidak heran jika Linda termasuk orang yang sangat mudah untuk mendapatkan berbagai informasi penting.
Keenam, pekerjaan sebagai sarana untuk melayani orang lain. Alan Loy McGinnis benar ketika mengatakan tidak ada pekerjaan yang lebih mulia di dunia ini ketimbang membantu orang lain –membantu seseorang meraih kesuksesan (there is no more noble occupation in the world than to assist another human being –to help someone succeed). Betapa berartinya hidup ini jika kita menyadari apa yang kita lakukan membawa manfaat bagi sesama, minimal bagi rekan kerja kita, perusahaan kita dan bagi customer yang menggunakan produk atau jasa kita. Betapa bahagianya kita jika kita sungguh mengetahui produk atau jasa kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain atau membantu mereka memecahkan masalah mereka. Sayangnya, masih banyak orang yang cenderung mengutamakan profit atau upah di atas segalanya. Padahal jika kita mau memberikan yang terbaik, semuanya itu akan datang dengan sendirinya. Apa yang kita tabur akan kita tuai!
Ketujuh, pekerjaan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menjadi wirausaha (entrepreneur). Ketika memberikan pelatihan kepada 110 karyawan terbaik sebuah bank terkemuka di negeri ini, beberapa di antara mereka menyatakan kekecewaannya karena sudah lama bekerja namun tidak juga naik jabatan. "Saya sudah bekerja lebih dari 15 tahun. Teman-teman seangkatan saya sudah pada jadi kepala cabang, tinggal saya," begitu kata mereka. Saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan namun saya juga mengingatkan mereka untuk tidak kecil hati. Saya ingat nasihat seorang pengusaha sukses mengenai kapan waktu yang paling tepat bagi seorang karyawan untuk terjun berwirausaha. "Salah satunya adalah ketika Anda bisa mengurus diri Anda sendiri tanpa disuruh-suruh orang lain. Sebab sebagai pengusaha, Anda harus mampu mengatur diri Anda sendiri dengan baik karena Andalah pemimpinnya," katanya. Sebuah nasihat yang sangat berharga!
Kedelapan, pekerjaan sebagai sarana ibadah. "Saya ingin agar nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup dan karya saya. Hasrat terbesar saya adalah agar pada suatu hari saya bisa mendengar-Nya berkata, 'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.' Itulah saat yang sangat saya rindukan," ujar seorang sahabat. Bagaimana menurut Anda? ***
Sumber: Lebih Dari Sekadar Bekerja oleh Paulus Winarto. Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa.
Thursday, September 21, 2006
Wednesday, September 20, 2006
SUDAH IKHLASKAH KITA SEBAGAI HAMBA ALLAH
SUDAH IKHLASKAH KITA SEBAGAI HAMBA ALLAH
Ketika sudah merasakan nikmat CintaNya,
bagai orang kasmaran, mereka mencanduNya
jangankan melihat, hanya mendengar namaNya bergetar hati mereka
semuanya terasa indah asal dariNya
'tanah liat rasa coklat' begitu kata pepatah
neraka mungkin tak mengapa kalau itu memang dapat merasakan CintaNya
surga juga bukanlah tujuan utama, karena itu cuma sebagian dari wujud
CintaNya
Perkataan ikhlas berasal dari bahasa Arab dengan akar kata kh l sh, yang berarti 'murni', 'suci', 'tidak bercampur', 'bebas'. Ikhlash (Arab) berarti 'pengabdian yang tulus' (sincere devotion), 'ketulusan', 'kejujuran'.
IKHLAS. dalam kamus bahasa Indonesia itu sinonim dari tanpa pamrih. Suatu pekerjaan atau kegiatan, yang kita kerjakan untuk orang lain tanpa kita mengharap imbalan apapun dari orang yang kita tolong. Sedangkan ikhlas menurut Islam adalah setiap kegiatan yang kita kerjakan semata-mata hanya karena mengharapkan Ridho Allah SWT.....
Banyak arti dan definisi ikhlas dari tiap2 ahli bahasa yang jelas ikhlas itu yah sesuatu yang dilakukan tanpa meminta imbalan apapun.
Dalam islam kata2 ikhlas sering kita dengar bahkan sering disebut,yang jelas senantiasala kita ikhlas dengan segala apa yang ada pada kita saat ini dan ikhlas kalau suatu saat Allah mengambil nya kembali.
Banyak hal yang harus kita lakukan dengan ikhlas dalam hidup ini,sebagai muslim dan yang percaya akan kebesaran Allah tentu senantiasa bisa melakukan segala sesuatu dengan ikhlas.
Dan disini ingin di sampaikan apakah kita sebagai hamba Allah sudah ikhlas ? kalau masih sering mengeluh dan menggerutu sepertinya belum bisa dikatakan ikhlas.Sesabar apapun kita tapi kalau masih sering merasa ada yang kurang dan ada yang mengganjal berarti ikhlas dalam diri kita belum ada.
Saudara2 seiman,sebagai hamba Allah tentu kita ingin menjadi seseorang yang ikhlas dalam segala hal,dan bagaimana mencapai tingkat keikhlasan itu .Mencapai suatu tingkat keikhlasan bukan satu hal yang mudah karena semua ini dapat terjadi dimana tingkat ibadah kita sebagai makhluq kepada sang khaliq,penghambaan kita kepada sang khaliq.
Biasa nya dalam ilmu tausawuf ikhlas adalah bagian terpenting dalam melaksanakan ibadah kiat sebagai makhluq Allah. Dimana apabila kita beribadah bukan hanya sekedar mengharap surga atau takut kepada neraka,tapi kita beribadah karena kita sadar kita hanya seorang hamba yang memohon ridha Allah dengan penuh keikhlasan semata.Karena ikhlas itu tanpa pamrih dan kita sebagai umat yang sudah mendapat nikmat luar biasa dari Allah sudah sewajar nya kita melakukan sesuatu itu dengan ikhlas dan kesadaran yang penuh.
Mungkin kita semua pernah mendengar kisah Rabiatul adawiyah yang tingkat keikhlasan nya sduah mencapai tingakt tinggi,yang senantiasa berdoa kepada Allah dan salah satu doanya yang membuat hati ini bergetar yaitu : "Ya Allah bila aku beribadat ini karena
menginginkan syurgaMu, maka jauhkanlah aku dari syurgaMU. Dan bila aku
beribadat ini karena takut dengan nerakaMu, maka masukkanlah aku kedalam
nerkaMu".Sanggupkah kita melakukan seperti ini ? hanya Allah yang tau,insyaAllah kita mampu asal kita sadar bahwa kita hanya seorang hamba yang hanya pantas memohon kepada Allah.
ikhlas merupakan suatu perkara yang sangat tinggi
sampai-sampai pada hadits qudsi dikatakan:
"ikhlas adalah salah satu rahasia-Ku dan akan Ku-buka pada
hamba-hamba-Ku yang Ku-pilih"
Selain itu satu-satunya kaum yang sudah terbebas dari godaan syethan
adalah kelompok hamba yang ikhlas bukan lainnya(bukan islam, bukan
mukmin dst .. hanya yang mukhlasin).
Masalahnya bagaimana usaha kita supaya bisa mencapai derajat ikhlas
dengan sebenarnya. Bukan sekedar nampak pada simbolisme ikhlas yang
mungkin bisa sesaat terlihat pada diri seseorang.
Bicara tentang ikhlas memang ada sisi menariknya Rasanya sulit
menemukan perbuatan yang tidak ternoda oleh hal-hal selain demiAllah, terutama godaan riya', ujub bahkan syirik. Ketika tangan ini
memberikan shadaqah, di hati muncul godaan "biar diliat tetangga". Ketika> mulut ini mengucapkan khotbah suci, di hati ada bisikan "biar dikata alim ulama". Kalau tidak salah Rasullah saw. sendiri pernah mengomentari
penyakit bagaikan semut hitam di atas batu hitam di tengah malam yang
kelam.
Yang pasti marilah kita mencoba mencapai tingkat keikhlasan dalam diri kita masing2 sudah dapat kita di katakan ikhlas ?sebab keikhlasan yang benar-benar tulus semata-mata karena Allah tersebutakan dicapai setelah kita mendapat hidayah_nya dan hal itu dilakukan karena rasa kecintaan kepada Nya.Dan apabila ada (seseorang) dalam proses mencari ridho-NYA ?? sehingga timbul kesadaran
betapa besar ni'mat yang tak sanggup kita membalasnya melainkan hanya
dengan keikhlasan kita dalam beribadah kepada-NYA ?? dan mungkinkah
kadar keikhlasan yang berbeda satu sama lain itu tergantung tebal dan
tipisnya iman seseorang ?? dapatkah dikatakan bahwa tingkat keikhlasan
seseorang itu belum sempurna manakala yang bersangkutan belum pernah
mengalami perjalanan ruhani (walaupun sangat ingin & telah berusaha),
lalu kiat-kiat/ amalan-amalan apa yang harus dijalaninya agar seseorang
dapat mencapai tingkat keikhlasan yang tinggi ?Senantiasalah kita melakukan segala sesuatu karena Allah semata dan karena kita hamba yang pantas bersyukur . Mungkin tingkatan Ikhlas dicapai sebanding dengan tingkat kecintaan dan
keyakinan seseorang pada Alloh (yang tentu saja dicapai secara berat dan
bertahap melalui perjalanan ruhani)
ketika mereka sudah dapat merasakan (malah mungkin melihat dengan mata
hatinya) bahwa
betapa sungguh sangat besar nikmat, karunia, kasih sayang dan cinta
Alloh pada dirinya dan semesta alam
rasa dirinya akan mengatakan jangankan semua pahala ibadahnya untuk
membayar tiket masuk surga, untuk membalas nikmat sepasang mata saja
rasanya belum cukup
Tak ada pahala yang setara untuk membayar nikmatNya,
sehingga ibadah mereka hanyalah Ikhlas untuk semua CintaNya.
Hanya ini yang bisa di sampaikan sebab penulis sendiri belum bisa dikatakan orang yang ikhlas seba masih ada rasa takut dan cemas serta harap,tapi insyaAllah mencoba menjadi ikhlas dalam hidup dan mencoba menjalani hidup dengan ikhlas,karena untuk mencapai tingkat tertinggi seperti ikhals nya seorang Rabiatuladawiyah rasanya bukan hal yang mudah sebab bagi penulis sendiri melakukan sesuatu sesuatu dan berdoa. Beribadah karena rasa
Khauf (takut) pada Neraka dan berharap ridha Allah dan surga nya,ini salah satu motifasi dalam beribadah.Wallahualam.
Ketika sudah merasakan nikmat CintaNya,
bagai orang kasmaran, mereka mencanduNya
jangankan melihat, hanya mendengar namaNya bergetar hati mereka
semuanya terasa indah asal dariNya
'tanah liat rasa coklat' begitu kata pepatah
neraka mungkin tak mengapa kalau itu memang dapat merasakan CintaNya
surga juga bukanlah tujuan utama, karena itu cuma sebagian dari wujud
CintaNya
Perkataan ikhlas berasal dari bahasa Arab dengan akar kata kh l sh, yang berarti 'murni', 'suci', 'tidak bercampur', 'bebas'. Ikhlash (Arab) berarti 'pengabdian yang tulus' (sincere devotion), 'ketulusan', 'kejujuran'.
IKHLAS. dalam kamus bahasa Indonesia itu sinonim dari tanpa pamrih. Suatu pekerjaan atau kegiatan, yang kita kerjakan untuk orang lain tanpa kita mengharap imbalan apapun dari orang yang kita tolong. Sedangkan ikhlas menurut Islam adalah setiap kegiatan yang kita kerjakan semata-mata hanya karena mengharapkan Ridho Allah SWT.....
Banyak arti dan definisi ikhlas dari tiap2 ahli bahasa yang jelas ikhlas itu yah sesuatu yang dilakukan tanpa meminta imbalan apapun.
Dalam islam kata2 ikhlas sering kita dengar bahkan sering disebut,yang jelas senantiasala kita ikhlas dengan segala apa yang ada pada kita saat ini dan ikhlas kalau suatu saat Allah mengambil nya kembali.
Banyak hal yang harus kita lakukan dengan ikhlas dalam hidup ini,sebagai muslim dan yang percaya akan kebesaran Allah tentu senantiasa bisa melakukan segala sesuatu dengan ikhlas.
Dan disini ingin di sampaikan apakah kita sebagai hamba Allah sudah ikhlas ? kalau masih sering mengeluh dan menggerutu sepertinya belum bisa dikatakan ikhlas.Sesabar apapun kita tapi kalau masih sering merasa ada yang kurang dan ada yang mengganjal berarti ikhlas dalam diri kita belum ada.
Saudara2 seiman,sebagai hamba Allah tentu kita ingin menjadi seseorang yang ikhlas dalam segala hal,dan bagaimana mencapai tingkat keikhlasan itu .Mencapai suatu tingkat keikhlasan bukan satu hal yang mudah karena semua ini dapat terjadi dimana tingkat ibadah kita sebagai makhluq kepada sang khaliq,penghambaan kita kepada sang khaliq.
Biasa nya dalam ilmu tausawuf ikhlas adalah bagian terpenting dalam melaksanakan ibadah kiat sebagai makhluq Allah. Dimana apabila kita beribadah bukan hanya sekedar mengharap surga atau takut kepada neraka,tapi kita beribadah karena kita sadar kita hanya seorang hamba yang memohon ridha Allah dengan penuh keikhlasan semata.Karena ikhlas itu tanpa pamrih dan kita sebagai umat yang sudah mendapat nikmat luar biasa dari Allah sudah sewajar nya kita melakukan sesuatu itu dengan ikhlas dan kesadaran yang penuh.
Mungkin kita semua pernah mendengar kisah Rabiatul adawiyah yang tingkat keikhlasan nya sduah mencapai tingakt tinggi,yang senantiasa berdoa kepada Allah dan salah satu doanya yang membuat hati ini bergetar yaitu : "Ya Allah bila aku beribadat ini karena
menginginkan syurgaMu, maka jauhkanlah aku dari syurgaMU. Dan bila aku
beribadat ini karena takut dengan nerakaMu, maka masukkanlah aku kedalam
nerkaMu".Sanggupkah kita melakukan seperti ini ? hanya Allah yang tau,insyaAllah kita mampu asal kita sadar bahwa kita hanya seorang hamba yang hanya pantas memohon kepada Allah.
ikhlas merupakan suatu perkara yang sangat tinggi
sampai-sampai pada hadits qudsi dikatakan:
"ikhlas adalah salah satu rahasia-Ku dan akan Ku-buka pada
hamba-hamba-Ku yang Ku-pilih"
Selain itu satu-satunya kaum yang sudah terbebas dari godaan syethan
adalah kelompok hamba yang ikhlas bukan lainnya(bukan islam, bukan
mukmin dst .. hanya yang mukhlasin).
Masalahnya bagaimana usaha kita supaya bisa mencapai derajat ikhlas
dengan sebenarnya. Bukan sekedar nampak pada simbolisme ikhlas yang
mungkin bisa sesaat terlihat pada diri seseorang.
Bicara tentang ikhlas memang ada sisi menariknya Rasanya sulit
menemukan perbuatan yang tidak ternoda oleh hal-hal selain demiAllah, terutama godaan riya', ujub bahkan syirik. Ketika tangan ini
memberikan shadaqah, di hati muncul godaan "biar diliat tetangga". Ketika> mulut ini mengucapkan khotbah suci, di hati ada bisikan "biar dikata alim ulama". Kalau tidak salah Rasullah saw. sendiri pernah mengomentari
penyakit bagaikan semut hitam di atas batu hitam di tengah malam yang
kelam.
Yang pasti marilah kita mencoba mencapai tingkat keikhlasan dalam diri kita masing2 sudah dapat kita di katakan ikhlas ?sebab keikhlasan yang benar-benar tulus semata-mata karena Allah tersebutakan dicapai setelah kita mendapat hidayah_nya dan hal itu dilakukan karena rasa kecintaan kepada Nya.Dan apabila ada (seseorang) dalam proses mencari ridho-NYA ?? sehingga timbul kesadaran
betapa besar ni'mat yang tak sanggup kita membalasnya melainkan hanya
dengan keikhlasan kita dalam beribadah kepada-NYA ?? dan mungkinkah
kadar keikhlasan yang berbeda satu sama lain itu tergantung tebal dan
tipisnya iman seseorang ?? dapatkah dikatakan bahwa tingkat keikhlasan
seseorang itu belum sempurna manakala yang bersangkutan belum pernah
mengalami perjalanan ruhani (walaupun sangat ingin & telah berusaha),
lalu kiat-kiat/ amalan-amalan apa yang harus dijalaninya agar seseorang
dapat mencapai tingkat keikhlasan yang tinggi ?Senantiasalah kita melakukan segala sesuatu karena Allah semata dan karena kita hamba yang pantas bersyukur . Mungkin tingkatan Ikhlas dicapai sebanding dengan tingkat kecintaan dan
keyakinan seseorang pada Alloh (yang tentu saja dicapai secara berat dan
bertahap melalui perjalanan ruhani)
ketika mereka sudah dapat merasakan (malah mungkin melihat dengan mata
hatinya) bahwa
betapa sungguh sangat besar nikmat, karunia, kasih sayang dan cinta
Alloh pada dirinya dan semesta alam
rasa dirinya akan mengatakan jangankan semua pahala ibadahnya untuk
membayar tiket masuk surga, untuk membalas nikmat sepasang mata saja
rasanya belum cukup
Tak ada pahala yang setara untuk membayar nikmatNya,
sehingga ibadah mereka hanyalah Ikhlas untuk semua CintaNya.
Hanya ini yang bisa di sampaikan sebab penulis sendiri belum bisa dikatakan orang yang ikhlas seba masih ada rasa takut dan cemas serta harap,tapi insyaAllah mencoba menjadi ikhlas dalam hidup dan mencoba menjalani hidup dengan ikhlas,karena untuk mencapai tingkat tertinggi seperti ikhals nya seorang Rabiatuladawiyah rasanya bukan hal yang mudah sebab bagi penulis sendiri melakukan sesuatu sesuatu dan berdoa. Beribadah karena rasa
Khauf (takut) pada Neraka dan berharap ridha Allah dan surga nya,ini salah satu motifasi dalam beribadah.Wallahualam.
Terharu
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica,
"Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah, buku baru ya Jes?",
"Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat.
Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi"
Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya"
"Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu",
"Lain kali Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan"
Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
"Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka",
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
"Iya pa,. lain kali ya pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
"Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih
"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.
"Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi
"Jessi papa mohon ampun nak"
"papa sayang Jessi" Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis,.. memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.
ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?
BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI
Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW
Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai.
LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN
UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
"Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah, buku baru ya Jes?",
"Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat.
Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi"
Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya"
"Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu",
"Lain kali Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan"
Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
"Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka",
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
"Iya pa,. lain kali ya pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
"Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih
"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.
"Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi
"Jessi papa mohon ampun nak"
"papa sayang Jessi" Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis,.. memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.
ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?
BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI
Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW
Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai.
LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN
UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
Tuesday, September 19, 2006
Emosi: Kunci Rahasia Kebijaksanaan
Emosi: Kunci Rahasia Kebijaksanaan
Journey into the less explored universe of own mind is the most exciting and challenging adventure that only a few dare to enjoy. - Adi W. Gunawan
Kalimat pembuka di atas adalah hasil perenungan saya dalam proses perjalanan ke dalam diri. Ternyata pikiran adalah suatu alam yang begitu luas dan sangat jarang dijelajahi oleh kebanyakan orang. Pikiran adalah the last frontier yang menyimpan begitu banyak misteri dan keajaiban. Artikel berikut mengulas salah satu aspek yang berhubungan dengan pikiran yaitu aspek perasaan atau emosi.
Minggu lalu saya mendapat telpon dari seorang kawan lama, sebut saja Budi, yang berkeluh kesah mengenai keadaan dirinya. Banyak hal yang ia keluhkan. Mulai dari kondisi keuangannya, keadaan kesehatannya, keadaan keluarganya, lingkungan kerjanya dan masih banyak lagi.
"Saya stres berat nih!" keluhnya.
"Kamu berkata 'saya' stres berat. Bagian mana dari dirimu yang mengalami stress?" tanya saya sambil mulai berusaha mengubah mental state-nya.
"Maksudmu?" kawan saya balik bertanya dan mulai terlihat bingung.
"Tadi kamu bilang bahwa kamu stress berat. Saya ingin tahu bagian mana dari dirimu yang mengalami stress berat itu?" tanya saya lagi.
"Ya benar. Saya lagi stres berat. Saya nggak ngerti pertanyaanmu," jawab Budi semakin bingung.
"Begini Bud. Manusia terdiri dari badan dan batin. Nah, bagian mana dari dirimu yang merasakan stres? Badan? Pasti merasakan. Badanmu pasti merasa tidak enak karena setiap bentuk emosi akan berakibat pada tubuh fisik. Selain itu yang lebih penting lagi adalah kamu perlu mengerti aspek batinmu. Batin manusia terdiri dari empat komponen yaitu: pikiran, perasaan, ingatan, dan kesadaran," jawab saya.
"Trus... kalau saya frustasi... bagian mana yang merasakan frustasi? Bukankah yang merasakan frustasi adalah diri saya?" tanyanya dengan penasaran.
Pembaca yang baik. Apa yang saya jelaskan berikut ini adalah ringkasan dari hasil diskusi kita mengenai perasaan atau emosi.
Setiap kali kita merasa tidak enak, secara mental, maka yang terkena sebenarnya adalah perasaan kita. Aspek perasaan inilah yang akan menderita setiap kali kita merasakan emosi "negatif". Sengaja saya memberikan tanda kutip karena sebenarnya semua emosi adalah baik atau positip.
Lalu dari mana asalnya emosi? Apa hubungannya dengan kejadian yang kita alami setiap hari?
Sebelum bicara mengenai emosi saya ingin mengulas sedikit mengenai proses berpikir. Setiap kejadian yang kita alami bersifat netral. Tidak ada kejadian yang baik ataupun buruk. Shakespeare dengan sangat indah berkata, "There is nothing either good or bad, but thinking makes it so". Jadi, baik atau buruknya suatu kejadian semata-mata bergantung pada makna yang diberikan oleh pikiran kita.
Pemberian makna ini sebenarnya berlangsung sangat cepat dan terjadi di pikiran bawah sadar. Contohnya? Misalnya anda sedang mengendarai mobil dengan santai dan tiba-tiba sebuah mikrolet menyalip anda dengan cepat dan langsung berhenti mendadak di depan anda. Anda sangat kaget dan untung masih sempat menginjak rem sehingga tidak sampai menabrak mikrolet itu. Bagaimana reaksi anda? Pada umumnya orang akan langsung marah, memaki, atau mengumpat si sopir mikrolet.
Ceritanya akan lain bila ternyata anda baru menang hadiah utama, sebesar Rp. 1 Milyar, dari suatu bank. Saat itu hati anda sedang gembira. Dan saat anda disalip mikrolet, anda akan berkata, "Kasihan ya sopir ini. Rupanya lagi ngejar setoran. Maklum ekonomi lagi sulit. Ada baiknya saya menyumbangkan sedikit rejeki saya buat sopir malang ini." Anda kok tidak marah?
Nah, makna yang kita berikan, dari setiap kejadian yang kita alami, selanjutnya akan mencetus/men-trigger emosi yang ada di pikiran bawah sadar. Emosi ini selanjutnya akan menentukan respon/reaksi kita.
Tadi saya mengatakan bahwa semua emosi adalah baik. Tidak ada emosi yang negatip. Apa maksudnya? Anda mungkin heran dengan pernyataan ini. Bukankah emosi "marah", "kecewa", "frustasi", dan sejenisnya adalah emosi negatif?
Sebelum saya teruskan uraian saya, saya ingin bertanya kepada anda, "Berapa banyak kosa kata, tentang emosi, yang anda kuasai?" Banyaknya kosa kata yang anda kuasai, mengenai emosi, mencerminkan kecerdasan emosi anda. Lho kok bisa? Umumnya orang hanya mengenal beberapa kata yang mewakili emosi. Misalnya kata "marah", "kecewa", "frustasi", atau "stres". Karena mereka hanya menguasai beberapa kata saja maka setiap kali mengalami emosi "negatif" maka mereka langsung berkata, "Saya lagi stres". Singkat kata semua kondisi emosi dianggap stres. Benarkah demikian?
Ada banyak kata yang mewakili emosi. Misalnya sedih, stres, putus asa, kecewa, marah, senang, bahagia, frustrasi, gembira, gelisah, depresi, terluka, iri/dengki, kesepian, rasa bosan, takut, jengkel, khawatir, cemas, rasa bersalah, tersinggung, dendam, sakit hati, rasa tidak mampu, benci, perasaan tidak nyaman, bahagia, tersanjung, dan cinta.
Lalu apa sih gunanya emosi? Emosi sebenarnya merupakan sinyal komunikasi yang berasal dari pikiran bawah sadar. Setiap emosi mempunyai makna dan tujuan yang sangat spesifik yang sangat bermanfaat bagi diri kita. Namun sayang, tidak banyak orang yang tahu, mau repot-repot untuk mencari tahu, atau benar-benar mengerti makna yang terkandung dalam setiap emosi.
Misalnya emosi "marah". Mengapa kita marah? Marah berarti ada pengharapan kita yang tidak terpenuhi atau kita merasa telah diperlakukan secara tidak adil oleh orang lain.
Emosi menjadi sesuatu yang negatif bila kita tidak mampu mengartikan pesan yang terkandung dalam emosi itu. Emosi berakibat negatif bila kita dikuasai olehnya. Lalu bagaimana cara untuk bisa menguasa emosi kita? Cara mudah. Kita perlu memahami bahwa pikiran logis dan emosi tidak dapat aktif dalam waktu bersamaan. Salah satu pasti menguasai yang lain.
Jadi, bila emosi yang dominan maka pikiran logis tidak dapat bekerja. Demikian sebaliknya. Saat pikiran logis sedang aktif maka emosi kehilangan daya pengaruhnya. Hal ini bisa terjadi karena perasaan atau emosi sebenarnya adalah bentuk pikiran juga. Dengan mengubah pikiran maka perasaan akan berubah.
Cara paling mudah untuk menguasai dan menghilangkan pengaruh negatip suatu emosi adalah dengan melakukan analisa atau mencari tahu makna yang terkandung dalam setiap emosi yang sedang anda rasakan.
Misalnya anda sangat marah. Daripada larut dalam kemarahan anda, lakukan analisa. Hal ini memang tidak mudah. Namun anda harus disiplin untuk memaksa diri anda melakukan analisa. Caranya? Tanyakan kepada diri anda, "Mengapa saya marah?", "Apakah karena mood saya lagi nggak enak atau ada sebab lain?", "Apakah benar saya telah diperlakukan tidak adil oleh orang lain?", "Apakah benar emosi yang saya rasakan saat ini adalah emosi marah?", "Apakah saya telah memberikan makna yang tepat atas apa yang saya alami?", Apa yang saya bisa lakukan selain larut dalam kemarahan?"
Saat anda bertanya pada diri anda saat itu pula fokus anda mulai beralih. Saat anda mencari jawaban atas pertanyaan anda saat itu pula pikiran logis anda bekerja dan menjadi dominan. Bila anda sering melakukan analisa terhadap perasaan anda maka anda akan semakin mengenali diri anda dan akan timbul kebijaksanaan.
Bagaimana dengan emosi takut? Perasaan takut adalah suatu emosi yang sangat positif. Apa maknanya? Emosi takut adalah sinyal komunikasi yang dikirim pikiran bawah sadar ke pikiran sadar dengan pesan bahwa akan terjadi sesuatu di masa depan, di mana anda merasa tidak siap untuk menghadapinya. Dengan kata lain, emosi takut sebenarnya membawa pesan "antisipasi".
Misalnya? Saat anda mau ujian skripsi. Anda merasa takut. Nah, daripada hanya sekedar ketakutan, anda harus menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Anda takut karena anda merasa tidak siap. So... siapkan diri anda dengan lebih baik. Sederhana, kan?
Bagaimana dengan emosi lainnya? Misalnya rasa bosan. Rasa bosan artinya apa yang kita lakukan sekarang ini kurang menantang. Itulah sebabnya kita bosan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Kita perlu menetapkan suatu target yang sedikit lebih tinggi dari biasanya sehingga kita merasakan tantangan dan dorongan untuk lebih giat bekerja.
So, berbahagialah bila anda yang merasakan up and down suatu emosi. Anda akan semakin bijaksana karena mendapat pesan dari guru kebijaksanaan.
Oh ya, satu hal lagi. Kalaupun anda tidak mau menganalisa atau tidak tahu makna dari suatu emosi yang sedang anda rasakan, anda cukup berdiam diri atau menahan diri untuk tidak menuruti emosi anda. Mengapa? Karena emosi sama dengan pikiran. Sekarang muncul, selang beberapa saat lagi akan menghilang. Muncul lagi, lalu hilang lagi.
Sumber: Emosi: Kunci Rahasia Kebijaksanaan oleh Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicara publik dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be a Genius, Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success, Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?, dan Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication.
Journey into the less explored universe of own mind is the most exciting and challenging adventure that only a few dare to enjoy. - Adi W. Gunawan
Kalimat pembuka di atas adalah hasil perenungan saya dalam proses perjalanan ke dalam diri. Ternyata pikiran adalah suatu alam yang begitu luas dan sangat jarang dijelajahi oleh kebanyakan orang. Pikiran adalah the last frontier yang menyimpan begitu banyak misteri dan keajaiban. Artikel berikut mengulas salah satu aspek yang berhubungan dengan pikiran yaitu aspek perasaan atau emosi.
Minggu lalu saya mendapat telpon dari seorang kawan lama, sebut saja Budi, yang berkeluh kesah mengenai keadaan dirinya. Banyak hal yang ia keluhkan. Mulai dari kondisi keuangannya, keadaan kesehatannya, keadaan keluarganya, lingkungan kerjanya dan masih banyak lagi.
"Saya stres berat nih!" keluhnya.
"Kamu berkata 'saya' stres berat. Bagian mana dari dirimu yang mengalami stress?" tanya saya sambil mulai berusaha mengubah mental state-nya.
"Maksudmu?" kawan saya balik bertanya dan mulai terlihat bingung.
"Tadi kamu bilang bahwa kamu stress berat. Saya ingin tahu bagian mana dari dirimu yang mengalami stress berat itu?" tanya saya lagi.
"Ya benar. Saya lagi stres berat. Saya nggak ngerti pertanyaanmu," jawab Budi semakin bingung.
"Begini Bud. Manusia terdiri dari badan dan batin. Nah, bagian mana dari dirimu yang merasakan stres? Badan? Pasti merasakan. Badanmu pasti merasa tidak enak karena setiap bentuk emosi akan berakibat pada tubuh fisik. Selain itu yang lebih penting lagi adalah kamu perlu mengerti aspek batinmu. Batin manusia terdiri dari empat komponen yaitu: pikiran, perasaan, ingatan, dan kesadaran," jawab saya.
"Trus... kalau saya frustasi... bagian mana yang merasakan frustasi? Bukankah yang merasakan frustasi adalah diri saya?" tanyanya dengan penasaran.
Pembaca yang baik. Apa yang saya jelaskan berikut ini adalah ringkasan dari hasil diskusi kita mengenai perasaan atau emosi.
Setiap kali kita merasa tidak enak, secara mental, maka yang terkena sebenarnya adalah perasaan kita. Aspek perasaan inilah yang akan menderita setiap kali kita merasakan emosi "negatif". Sengaja saya memberikan tanda kutip karena sebenarnya semua emosi adalah baik atau positip.
Lalu dari mana asalnya emosi? Apa hubungannya dengan kejadian yang kita alami setiap hari?
Sebelum bicara mengenai emosi saya ingin mengulas sedikit mengenai proses berpikir. Setiap kejadian yang kita alami bersifat netral. Tidak ada kejadian yang baik ataupun buruk. Shakespeare dengan sangat indah berkata, "There is nothing either good or bad, but thinking makes it so". Jadi, baik atau buruknya suatu kejadian semata-mata bergantung pada makna yang diberikan oleh pikiran kita.
Pemberian makna ini sebenarnya berlangsung sangat cepat dan terjadi di pikiran bawah sadar. Contohnya? Misalnya anda sedang mengendarai mobil dengan santai dan tiba-tiba sebuah mikrolet menyalip anda dengan cepat dan langsung berhenti mendadak di depan anda. Anda sangat kaget dan untung masih sempat menginjak rem sehingga tidak sampai menabrak mikrolet itu. Bagaimana reaksi anda? Pada umumnya orang akan langsung marah, memaki, atau mengumpat si sopir mikrolet.
Ceritanya akan lain bila ternyata anda baru menang hadiah utama, sebesar Rp. 1 Milyar, dari suatu bank. Saat itu hati anda sedang gembira. Dan saat anda disalip mikrolet, anda akan berkata, "Kasihan ya sopir ini. Rupanya lagi ngejar setoran. Maklum ekonomi lagi sulit. Ada baiknya saya menyumbangkan sedikit rejeki saya buat sopir malang ini." Anda kok tidak marah?
Nah, makna yang kita berikan, dari setiap kejadian yang kita alami, selanjutnya akan mencetus/men-trigger emosi yang ada di pikiran bawah sadar. Emosi ini selanjutnya akan menentukan respon/reaksi kita.
Tadi saya mengatakan bahwa semua emosi adalah baik. Tidak ada emosi yang negatip. Apa maksudnya? Anda mungkin heran dengan pernyataan ini. Bukankah emosi "marah", "kecewa", "frustasi", dan sejenisnya adalah emosi negatif?
Sebelum saya teruskan uraian saya, saya ingin bertanya kepada anda, "Berapa banyak kosa kata, tentang emosi, yang anda kuasai?" Banyaknya kosa kata yang anda kuasai, mengenai emosi, mencerminkan kecerdasan emosi anda. Lho kok bisa? Umumnya orang hanya mengenal beberapa kata yang mewakili emosi. Misalnya kata "marah", "kecewa", "frustasi", atau "stres". Karena mereka hanya menguasai beberapa kata saja maka setiap kali mengalami emosi "negatif" maka mereka langsung berkata, "Saya lagi stres". Singkat kata semua kondisi emosi dianggap stres. Benarkah demikian?
Ada banyak kata yang mewakili emosi. Misalnya sedih, stres, putus asa, kecewa, marah, senang, bahagia, frustrasi, gembira, gelisah, depresi, terluka, iri/dengki, kesepian, rasa bosan, takut, jengkel, khawatir, cemas, rasa bersalah, tersinggung, dendam, sakit hati, rasa tidak mampu, benci, perasaan tidak nyaman, bahagia, tersanjung, dan cinta.
Lalu apa sih gunanya emosi? Emosi sebenarnya merupakan sinyal komunikasi yang berasal dari pikiran bawah sadar. Setiap emosi mempunyai makna dan tujuan yang sangat spesifik yang sangat bermanfaat bagi diri kita. Namun sayang, tidak banyak orang yang tahu, mau repot-repot untuk mencari tahu, atau benar-benar mengerti makna yang terkandung dalam setiap emosi.
Misalnya emosi "marah". Mengapa kita marah? Marah berarti ada pengharapan kita yang tidak terpenuhi atau kita merasa telah diperlakukan secara tidak adil oleh orang lain.
Emosi menjadi sesuatu yang negatif bila kita tidak mampu mengartikan pesan yang terkandung dalam emosi itu. Emosi berakibat negatif bila kita dikuasai olehnya. Lalu bagaimana cara untuk bisa menguasa emosi kita? Cara mudah. Kita perlu memahami bahwa pikiran logis dan emosi tidak dapat aktif dalam waktu bersamaan. Salah satu pasti menguasai yang lain.
Jadi, bila emosi yang dominan maka pikiran logis tidak dapat bekerja. Demikian sebaliknya. Saat pikiran logis sedang aktif maka emosi kehilangan daya pengaruhnya. Hal ini bisa terjadi karena perasaan atau emosi sebenarnya adalah bentuk pikiran juga. Dengan mengubah pikiran maka perasaan akan berubah.
Cara paling mudah untuk menguasai dan menghilangkan pengaruh negatip suatu emosi adalah dengan melakukan analisa atau mencari tahu makna yang terkandung dalam setiap emosi yang sedang anda rasakan.
Misalnya anda sangat marah. Daripada larut dalam kemarahan anda, lakukan analisa. Hal ini memang tidak mudah. Namun anda harus disiplin untuk memaksa diri anda melakukan analisa. Caranya? Tanyakan kepada diri anda, "Mengapa saya marah?", "Apakah karena mood saya lagi nggak enak atau ada sebab lain?", "Apakah benar saya telah diperlakukan tidak adil oleh orang lain?", "Apakah benar emosi yang saya rasakan saat ini adalah emosi marah?", "Apakah saya telah memberikan makna yang tepat atas apa yang saya alami?", Apa yang saya bisa lakukan selain larut dalam kemarahan?"
Saat anda bertanya pada diri anda saat itu pula fokus anda mulai beralih. Saat anda mencari jawaban atas pertanyaan anda saat itu pula pikiran logis anda bekerja dan menjadi dominan. Bila anda sering melakukan analisa terhadap perasaan anda maka anda akan semakin mengenali diri anda dan akan timbul kebijaksanaan.
Bagaimana dengan emosi takut? Perasaan takut adalah suatu emosi yang sangat positif. Apa maknanya? Emosi takut adalah sinyal komunikasi yang dikirim pikiran bawah sadar ke pikiran sadar dengan pesan bahwa akan terjadi sesuatu di masa depan, di mana anda merasa tidak siap untuk menghadapinya. Dengan kata lain, emosi takut sebenarnya membawa pesan "antisipasi".
Misalnya? Saat anda mau ujian skripsi. Anda merasa takut. Nah, daripada hanya sekedar ketakutan, anda harus menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Anda takut karena anda merasa tidak siap. So... siapkan diri anda dengan lebih baik. Sederhana, kan?
Bagaimana dengan emosi lainnya? Misalnya rasa bosan. Rasa bosan artinya apa yang kita lakukan sekarang ini kurang menantang. Itulah sebabnya kita bosan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Kita perlu menetapkan suatu target yang sedikit lebih tinggi dari biasanya sehingga kita merasakan tantangan dan dorongan untuk lebih giat bekerja.
So, berbahagialah bila anda yang merasakan up and down suatu emosi. Anda akan semakin bijaksana karena mendapat pesan dari guru kebijaksanaan.
Oh ya, satu hal lagi. Kalaupun anda tidak mau menganalisa atau tidak tahu makna dari suatu emosi yang sedang anda rasakan, anda cukup berdiam diri atau menahan diri untuk tidak menuruti emosi anda. Mengapa? Karena emosi sama dengan pikiran. Sekarang muncul, selang beberapa saat lagi akan menghilang. Muncul lagi, lalu hilang lagi.
Sumber: Emosi: Kunci Rahasia Kebijaksanaan oleh Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicara publik dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be a Genius, Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success, Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?, dan Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication.
Gitar
Lahir di Hampstead, London tanggal 23 Juli 1965 dan dibesarkan di Stoke-On-Trent, Staffordshire, Inggris. Ketika lahir diberi nama Saul Hudson. Lahir dari ibu yang turunan AfroAmerika dan ayah Inggris kulit putih. Sang ibu berpenghasilan dari kegiatan menjadi pendesain pakaian bagi entertainer seperti David Bowie.
Umur 11 tahun dia dan sang ibu pindah ke Los Angeles yang kemudian disusul oleh sang ayah. Keluarga Hudson sering didatangi para seniman seperti Iggy Pop, Ron Wood, David Bowie, David Geffen dan masih banyak seniman lain sehingga menularkan gaya hidup bohemia bagi Saul kecil. Sekitar saat itu pula Saul menggemari BMX (bicycle motorcrossing) dan sering kali berkendara tanpa menggunakan rem. Dia sering mendapatkan hadiah dan uang karena kegiatan ini.
Ketika berusia 15 tahun, sang nenek memberi gitar, walaupun hanya satu senar tetapi Saul tetap senang dengan gitar itu dan tetap bias main. Pengaruh awal dari Led Zeppelin, Eric Clapton, Rolling Stones, Aerosmith, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Neil Young benar-benar mengubah jalan hidup Saul. Dua belas jam setiap hari Saul bermain gitar. Semula dengan rambut panjang keriting dan gaya hidup bohemian, Saul dijauhi teman-teman. Begitu dia menunjukkan kepiawaian bermain gitar, teman-teman menganggap Saul cool dan pantas diajak bergaul.
Suatu saat Saul bertemu dengan Steven Adler dan membentuk Road Crew Band dan membutuhkan penyanyi. Dia bertemu dengan Izzy Stradlin yang menampilkan seorang penyanyi yang ingin diambil Saul dari Izzy. Saul mencari pemain bass dan menemukan Duff McKagan ketika Duff menjawab iklan yang dimuat di koran. Mulai terbentuklah gaya bermusik dari sekian banyak orang berbakat tadi. Masing-masing memberi warna, terbentuk pula warna yang khas dari sebuah band yang mereka namai Guns N' Roses.
Sebagian dari Anda dapat saya pastikan sudah dapat menebak siapa yang sedang saya bicarakan. Ya, Slash. Gitaris yang mempunyai gaya bermusik yang khas, diimbuhi oleh W. Axl Rose yang mempunyai aksi panggung dan gaya bernyanyi yang khas pula. Seorang gitaris yang berambut keriting panjang. Anda bisa buka situs resmi klub penggemar Slash di http://www.snakepit.org/bio.html untuk sekedar memperhatikan wajah sang gitaris ketika muda.
Ya, karena sejak dia dikenal dengan GNR sangat jarang wajah sang gitaris terlihat penuh. Selalu saja hanya bagian hidung ke bawah yang terlihat, bagian lain dari wajah sang gitaris akan tertutup dengan rambut panjang nan keriting. Selain hal tersebut, ciri khas lain dari penampilan Slash adalah rokok yang selalu terjepit di sela kedua bibir. Bahkan ketika di panggung, akan ada orang yang membakarkan rokok tersebut dan menyediakan untuk dijepit kembali oleh bibir Slash bila rokok terdahulu sudah habis.
Apakah terjadi sesuatu dengan mata sang gitaris?
Coba saja lihat beberapa gambar dari situs ini:
• http://www.showbizireland.com/images/stars2/slash- velvetrevolver3.jpg
• www.snakepit.org/slash-rollingstone.jpg
• www.robertmknight.com/photos/various/20-slash.jpg , dll.
Anda akan benar-benar yakin tidak terjadi apa pun dengan mata sang gitaris. Sebuah mata yang dapat dikatakan normal. Kita memang tidak sedang ingin membicarakan mata Slash yang selalu tertutup oleh rambut keriting panjang itu. Kita juga tidak ingin membicarakan tentang kebiasaan sang gitaris di atas panggung dengan rokok yang selalu terjepit di sela bibir.
Kita sedang membicarakan tentang keseriusan. Tentang fokus. Indonesia juga tidak kekurangan orang-orang seperti ini. Titik balik awal selalu sama. Ada seseorang baik itu nenek, kakek, tante, oom, ayah, ibu, kakak yang menghadiahi mereka gitar dan karena itu mereka menjadi serius. Keseriusan untuk terus berlatih bermain gitar juga terjadi pada Dewa Bujana dan Tohpati. Keseriusan untuk terus berlatih sepak bola terjadi pada Ronaldinho dan banyak jago bola lain.
Betapa tidak, tidak satupun kompetensi di dunia ini yang tidak dapat dicapai dengan jam terbang. Semakin sering berlatih maka akan semakin cepat pula kompetensi kita meningkat. Lalu Anda mungkin bertanya bagaimana dengan orang-orang yang sering berpindah kantor?
Pernahkah Anda mencoba memperhatikan apa yang mereka kerjakan di banyak perusahaan tersebut? Sebagian besar orang yang berpindah perusahaan seringkali mencapai posisi tertinggi di tempat terakhir dia bekerja, karena mereka bekerja di jalur pekerjaan yang sama. Mereka baru benar-benar pindah jalur ketika sudah sampai di puncak.
Ada banyak contoh untuk itu. Cacuk Sudarjanto almarhum walaupun memiliki gelar kesarjanaan geologi tetapi fokus pada penjualan jasa di bisnis teknologi informasi. Baru di puncak beliau berpindah ke jalur telekomunikasi. Begitu pula dengan Arwin Rasyid yang berserius di bisnis jasa perbankan, ketika di puncak berpindah ke jalur telekomunikasi. Teddy P Rachmat terus berkarir di bisnis otomotif.
Mochtar Rijadi terus berkarir di perbankan.
Suatu saat Anda mungkin pernah terseret ke pola pikir multi- kompetensi. Memang sangat bagus. Karena Anda bisa dipekerjakan di banyak proyek sekaligus. Tetapi fokus Anda bahkan tidak akan hilang. Bila Anda lulusan fakultas teknik informasi maka pada proyek apapun Anda dipekerjakan maka mau tidak mau yang paling awal Anda pertimbangkan adalah dukungan teknologi informasi. Bila Anda sarjana akuntansi maka di proyek mana pun Anda bekerja Anda tidak akan pergi jauh meninggalkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, buku panduan utama para akuntan.
Lalu bila Anda memang tidak bisa jauh-jauh dari jalur yang sudah sejak awal Anda tempuh, mengapa Anda pergi terlalu jauh? Saya sangat menyarankan Anda untuk tetap memiliki multi-kompetensi, tetapi menjadi lebih seriuslah di jalur yang Anda pilih.
Kembali kepada Slash, tidak kah Anda lihat sikap pemusik satu ini? Tidak banyak gosip buruk yang kita dengar tentang dia. Mengapa bisa begitu? Kegiatan yang dia pilih, bermain gitar, sudah cukup membuat dia sibuk berlatih teknik-teknik bermain yang baru. Cara bermain yang menimbulkan bunyi-bunyi yang tidak biasa. Begitu pula bila Anda tetap fokus pada jalur yang Anda pilih. Anda akan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi Anda. Sehingga tidak banyak waktu tersisa untuk hal-hal lain yang tidak berguna bagi siapa pun.
Di akhir dari semua hal tersebut, kembali kepada Slash, sikap yang dia tunjukkan benar-benar hebat. Sebagai salah satu `dewa gitar' dia benar-benar rendah hati. Benar-benar ilmu padi: semakin berisi semakin merunduk. Mengapa bisa demikian? Pada saat Anda terus mengejar peningkatan kompetensi Anda, maka Anda akan terus menerus bertemu dengan orang yang memiliki kompetensi yang lebih tinggi dari Anda. Seberapa tinggi pun kompetensi Anda saat naik, akan selalu ada yang lebih tinggi. Inilah yang memberi sikap rendah hati. Selamat mengikuti jejak Slash.[]
Sumber: Gitar oleh Ardian Syam. Ardian Syam adalah seorang pendidik dan praktisi bisnis. Bukunya sedang dalam proses penerbitan dan akan segera beredar dalam waktu dekat.
Umur 11 tahun dia dan sang ibu pindah ke Los Angeles yang kemudian disusul oleh sang ayah. Keluarga Hudson sering didatangi para seniman seperti Iggy Pop, Ron Wood, David Bowie, David Geffen dan masih banyak seniman lain sehingga menularkan gaya hidup bohemia bagi Saul kecil. Sekitar saat itu pula Saul menggemari BMX (bicycle motorcrossing) dan sering kali berkendara tanpa menggunakan rem. Dia sering mendapatkan hadiah dan uang karena kegiatan ini.
Ketika berusia 15 tahun, sang nenek memberi gitar, walaupun hanya satu senar tetapi Saul tetap senang dengan gitar itu dan tetap bias main. Pengaruh awal dari Led Zeppelin, Eric Clapton, Rolling Stones, Aerosmith, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Neil Young benar-benar mengubah jalan hidup Saul. Dua belas jam setiap hari Saul bermain gitar. Semula dengan rambut panjang keriting dan gaya hidup bohemian, Saul dijauhi teman-teman. Begitu dia menunjukkan kepiawaian bermain gitar, teman-teman menganggap Saul cool dan pantas diajak bergaul.
Suatu saat Saul bertemu dengan Steven Adler dan membentuk Road Crew Band dan membutuhkan penyanyi. Dia bertemu dengan Izzy Stradlin yang menampilkan seorang penyanyi yang ingin diambil Saul dari Izzy. Saul mencari pemain bass dan menemukan Duff McKagan ketika Duff menjawab iklan yang dimuat di koran. Mulai terbentuklah gaya bermusik dari sekian banyak orang berbakat tadi. Masing-masing memberi warna, terbentuk pula warna yang khas dari sebuah band yang mereka namai Guns N' Roses.
Sebagian dari Anda dapat saya pastikan sudah dapat menebak siapa yang sedang saya bicarakan. Ya, Slash. Gitaris yang mempunyai gaya bermusik yang khas, diimbuhi oleh W. Axl Rose yang mempunyai aksi panggung dan gaya bernyanyi yang khas pula. Seorang gitaris yang berambut keriting panjang. Anda bisa buka situs resmi klub penggemar Slash di http://www.snakepit.org/bio.html untuk sekedar memperhatikan wajah sang gitaris ketika muda.
Ya, karena sejak dia dikenal dengan GNR sangat jarang wajah sang gitaris terlihat penuh. Selalu saja hanya bagian hidung ke bawah yang terlihat, bagian lain dari wajah sang gitaris akan tertutup dengan rambut panjang nan keriting. Selain hal tersebut, ciri khas lain dari penampilan Slash adalah rokok yang selalu terjepit di sela kedua bibir. Bahkan ketika di panggung, akan ada orang yang membakarkan rokok tersebut dan menyediakan untuk dijepit kembali oleh bibir Slash bila rokok terdahulu sudah habis.
Apakah terjadi sesuatu dengan mata sang gitaris?
Coba saja lihat beberapa gambar dari situs ini:
• http://www.showbizireland.com/images/stars2/slash- velvetrevolver3.jpg
• www.snakepit.org/slash-rollingstone.jpg
• www.robertmknight.com/photos/various/20-slash.jpg , dll.
Anda akan benar-benar yakin tidak terjadi apa pun dengan mata sang gitaris. Sebuah mata yang dapat dikatakan normal. Kita memang tidak sedang ingin membicarakan mata Slash yang selalu tertutup oleh rambut keriting panjang itu. Kita juga tidak ingin membicarakan tentang kebiasaan sang gitaris di atas panggung dengan rokok yang selalu terjepit di sela bibir.
Kita sedang membicarakan tentang keseriusan. Tentang fokus. Indonesia juga tidak kekurangan orang-orang seperti ini. Titik balik awal selalu sama. Ada seseorang baik itu nenek, kakek, tante, oom, ayah, ibu, kakak yang menghadiahi mereka gitar dan karena itu mereka menjadi serius. Keseriusan untuk terus berlatih bermain gitar juga terjadi pada Dewa Bujana dan Tohpati. Keseriusan untuk terus berlatih sepak bola terjadi pada Ronaldinho dan banyak jago bola lain.
Betapa tidak, tidak satupun kompetensi di dunia ini yang tidak dapat dicapai dengan jam terbang. Semakin sering berlatih maka akan semakin cepat pula kompetensi kita meningkat. Lalu Anda mungkin bertanya bagaimana dengan orang-orang yang sering berpindah kantor?
Pernahkah Anda mencoba memperhatikan apa yang mereka kerjakan di banyak perusahaan tersebut? Sebagian besar orang yang berpindah perusahaan seringkali mencapai posisi tertinggi di tempat terakhir dia bekerja, karena mereka bekerja di jalur pekerjaan yang sama. Mereka baru benar-benar pindah jalur ketika sudah sampai di puncak.
Ada banyak contoh untuk itu. Cacuk Sudarjanto almarhum walaupun memiliki gelar kesarjanaan geologi tetapi fokus pada penjualan jasa di bisnis teknologi informasi. Baru di puncak beliau berpindah ke jalur telekomunikasi. Begitu pula dengan Arwin Rasyid yang berserius di bisnis jasa perbankan, ketika di puncak berpindah ke jalur telekomunikasi. Teddy P Rachmat terus berkarir di bisnis otomotif.
Mochtar Rijadi terus berkarir di perbankan.
Suatu saat Anda mungkin pernah terseret ke pola pikir multi- kompetensi. Memang sangat bagus. Karena Anda bisa dipekerjakan di banyak proyek sekaligus. Tetapi fokus Anda bahkan tidak akan hilang. Bila Anda lulusan fakultas teknik informasi maka pada proyek apapun Anda dipekerjakan maka mau tidak mau yang paling awal Anda pertimbangkan adalah dukungan teknologi informasi. Bila Anda sarjana akuntansi maka di proyek mana pun Anda bekerja Anda tidak akan pergi jauh meninggalkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, buku panduan utama para akuntan.
Lalu bila Anda memang tidak bisa jauh-jauh dari jalur yang sudah sejak awal Anda tempuh, mengapa Anda pergi terlalu jauh? Saya sangat menyarankan Anda untuk tetap memiliki multi-kompetensi, tetapi menjadi lebih seriuslah di jalur yang Anda pilih.
Kembali kepada Slash, tidak kah Anda lihat sikap pemusik satu ini? Tidak banyak gosip buruk yang kita dengar tentang dia. Mengapa bisa begitu? Kegiatan yang dia pilih, bermain gitar, sudah cukup membuat dia sibuk berlatih teknik-teknik bermain yang baru. Cara bermain yang menimbulkan bunyi-bunyi yang tidak biasa. Begitu pula bila Anda tetap fokus pada jalur yang Anda pilih. Anda akan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi Anda. Sehingga tidak banyak waktu tersisa untuk hal-hal lain yang tidak berguna bagi siapa pun.
Di akhir dari semua hal tersebut, kembali kepada Slash, sikap yang dia tunjukkan benar-benar hebat. Sebagai salah satu `dewa gitar' dia benar-benar rendah hati. Benar-benar ilmu padi: semakin berisi semakin merunduk. Mengapa bisa demikian? Pada saat Anda terus mengejar peningkatan kompetensi Anda, maka Anda akan terus menerus bertemu dengan orang yang memiliki kompetensi yang lebih tinggi dari Anda. Seberapa tinggi pun kompetensi Anda saat naik, akan selalu ada yang lebih tinggi. Inilah yang memberi sikap rendah hati. Selamat mengikuti jejak Slash.[]
Sumber: Gitar oleh Ardian Syam. Ardian Syam adalah seorang pendidik dan praktisi bisnis. Bukunya sedang dalam proses penerbitan dan akan segera beredar dalam waktu dekat.
Subscribe to:
Posts (Atom)