Friday, April 13, 2007
Kegelisahan karenaMu
Bagaimana kini ku mulai mengingat akan apa yang Dia persiapkan untukku, akan apa yang Dia latih dalam kehidupanku, akan apa yang Dia berikan untukku, semuanya ternyata bermuara pada sebuah persiapan yang Dia lakukan untuk menguatkanku berjalan menelusuri detik demi detik kehidupan yang harus kujalani.
Namun apa yang kini tengah dan telah kulakukan ? ku tengah berada di persimpangan yang justru dapat membuatku semakin merasakan kegelisahan, ya, gelisah ini kian menjadi-jadi, karena ku kini tengah merentas jalan menjauhiNya, ku kini tengah merentas jalan yang membuatku meninggalkanNya. Duhai Kekasih Yang Maha Sejati, betapa dalam firmanMu telah jelas bahwa barang siapa yang telah Engkau berikan peunjuk maka tiada seorang hambapun yang akan dapat menyesatkannya, dan barang siapa telah Engkau sesatkan ( karena kesombongan dan kelalaiannya) maka seorang hambapun tiada ada yang akan dapat memberi petunjuk kepada jalanMu kecuali atas izin dan pertolonganMu.
Rabbana, tolonglah hambaMu ini, ku tiada memiliki daya dan kekuatan kecuali semuanya karena Engkau jua yang memberikan, Rabb, kepadaMu hamba titipkan segala pengharapan dan kegelisahan ini, betapa ku tak pernah ingin jauh dariMu, betapa ku ingin selalu ada dalam dekapanMu, betapa ku ingin senantiasa berada dalam kepatuhan dengan sepenuh-penuhnya kepatuhan hanya padaMu, karena ku mengharap cintaMu, cintaMu yang begitu agung, cintaMu yang begitu suci.
Rabb, balaslah cinta dan kegelisahan ini dengan cinta dan bimbinganMu, agar semuanya menjadi nikmat ku jalani, apapun yang akan Engkau putuskan untukku, apapun yang akan Engkau berikan untukku, apapun yang akan Engkau siapkan untukku. Saat ku simak firmanMu dalam surat Ar-rad ayat 27-29 : “……….Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”. ah Rabb, betapa segalanya menjadi jelas, bahwa Engkau dan hanya Engkau yang berhak untuk diingat, hanya Engkau yang berhak untuk senantiasa ku sebut-sebut, bahwa hanya Engkau yang berhak untuk senantiasa ku panggil-panggil, walau panggilanku hanyalah panggilan seorang hamba yang penuh kelafaan dan dosa di pintuMu, diharibaanMu, di hadapanMu.
Duhai Yang Maha Pecinta Sejati, balaslah panggilanku, sambutlah harapanku, dekaplah aku dalam hangatnya pelukanMu, selimutilah aku dalam hangatnya cintaMu, karena ku yakin, Engkau akan selalu membalas harapan setiap hamba yang mengharap padaMu, Engkau akan senantiasa menyambut dengan gembira hamba-hamba yang ingin kembali padaMu.
Tiada yang berhak untuk diibadahi, disembah, ditaati kecuali Engkau seorang, tiada yang akan dapat memberiku petunjuk dan kekuatan kecuali Engkau semata. Ku tak akan pernah bosan untuk senantiasa memohon di depan pinta keagunganMu, ku tak akan pernah bosan untuk senantiasa memanggil segala keagunganMu, agar diri ini Engkau karuniai cintaMu yang Maha Sejati, agar diri ini Engkau karuniai kasihMu yang Maha Lembut.
Rabbana, karuniakan pada diri hamba cintaMu, cinta hamba-hamba yang senantiasa mencintaiMu, cinta akan ilmu yang dapat membuat hamba semakin mencintaiMu, cinta akan amal yang dapat membuat hamba semakin mencintaiMu, serta jadikan rasa cinta hamba kepadaMu melebihi rasa cinta hamba pada diri dan keluarga hamba.
Ya roufurrahim, dekaplah hamba dengan hangatnya dekapan kasih sayangMu, belailah hamba dengan lembutnya belaian kasih sayangMu, serta selimutilah hamba dengan hangatnya selimut cinta dan magfirahMu. Serta jadikan bila saatnya tiba nanti, kepulangan hamba kepadaMu adalah saat-saat yang senantiasa ku nantikan dan menjadi saat-saat yang paling indah dalam hidupku, saat dimana ku akan bertemu denganMu, saat dimana ku akan bertemu dengan rasulMu yang mulia, rasul yang telah memberikan cotoh dan tauladan untuk senantiasa berusaha kuikuti sepanjang hidupku.
Thursday, April 05, 2007
Berkorban untuk dan atas nama cinta
Ah.... wahai diri yang berlumur dosa, pernahkah engkau berpikir atau merenung, sudah layakkah dirimu meminta kepada Allah agar Dia menyemaikan cintaNya yang begitu agung dalam hatimu?. Adakah engkau pernah mencoba untuk merenung dan berpikir, apakah saat Allah semaikan cintaNya yang agung dalam hatimu engkau telah siap dengan segala konsekwensi akan cintaNya itu? apakah engkau telah siap mengorbankan dirimu untukNya dan untuk segala yang Dia kehendaki dan Dia inginkan darimu...?
Padahal dalam al-quran Dia telah menggambarkan :
Dalam surat Ali-Imran : 142 "Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar"
dalam surat Al-Ankabut : 2-3 : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja mengatakan "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta".
Mengingat ayat-ayat ini sungguh jadi malu dan bertanya-tanya, apakah saat Allah menguji diri yang lemah ini akan bisa menjalaninya? ataukah malah akan menjadi lari dan meninggalkanNya? lantas kalau lari, kemanakah doa-doa yang selama ini dipanjatkan...?
Padahal dengan cintaNya lah alam ini ada, dengan cintaNyalah seluruh kehidupan dialam ini menjadi harmonis, padahal dengan cintaNyalah seluruh ibu rela mengorbankan nyawanya demi melihat si buah hati lahir ke dunia.
Duhai diri yang berselimut noda, sudah sejauh manakah kau berkorban untuk meraih cintaNya? sudah sebesar apa pengorbanan yang engkau lakukan untuk dan atas nama cintaNya?
Padahal bila melihat hamba-hambaNya yang shaleh pada generasi-generasi dahulu, mereka diuji kecintaan padaNya dengan ujian yang begitu dahsyat. Bagaimana Nabi Nuh diuji dengan ejekan-ejekan dari ummatnya saat membangun 'perahu' karena titahNya, bagaimana nabi luth diuji dengan berbagai musibah yang mungkin seorang manusiapun tidak akan pernah sanggup menanggungnya kalau bukan karena pertolongan dan cinta Allah, bagaimana nabi ibrahim diuji dengan ujian yang harus mengorbankan sang buah hati yang telah begitu lama didambakan...?
Ya Rabbana..... bimbinglah hamba untuk senantiasa berada dijalanMu, senantiasa berada dijalan untuk menuju kecintaanMu......
Thursday, March 29, 2007
………. Karena Cinta……………
………. Karena Cinta……………
Hari-hari yang tengah dilalui rasanya kian semarak dan terkadang membuat hati ini tercengang dan terkagum-kagum….
Segalanya bermula dari ……. Cinta …….. ah…. Sebuah kata yang ‘nampak sederhana’ namun siapapun yang merasakannya tak akan pernah bisa berdiam diri untuk mengungkapkan berpuluh bahkan beratus juta kekaguman akan cinta dan kepada Siapa cinta itu dipersembahkan…….
Berjuta gelisah, beribu takut dari hari-kian ke hari hadir dalam relung-relung hati ini, ada galau, ada gundah yang entah dari mana datangnya tiba-tiba berhimpit menjadi satu dalam hati ini, ya……. Dari waktu ke waktu, hari-demi hari kekaguman kepadaMu kian membesar dan membesar, ketakjuban akanMu dari hari-kian ke hari kain membahana dalam hati ini……
Ah Duhai Yang Maha Pecinta Sejati…… adakah telah Engkau semaikan cinta indahMu dalam lubuk hati ini…? Adakah telah Engkau tanamkan benih-benih cintaMu dalam hamparan hati ini…?
Apakah Engkau telah mengabulkan permohonan diri ini untuk Engkau ijinkan agar dapat senantiasa bersimpuh mempersembahkan semurni-murninya cinta ini hanya untukMu dan hanya karenaMu….?
Duhai Yang Maha Mencintai……… bukankah Engkau tidak akan pernah mengecewakan hati-hati yang senantiasa tetambat padaMu ? bukankah Engkau senantiasa akan membalas cinta seorang hamba dan tak akan membiarkannya ‘bertepuk sebelah tangan….’ ? bukankah Engkau akan senantaisa menerima cinta seorang hamba meskipun mungkin dalam pandangan manusia hamba ‘sepertinya’ tiada layak untuk mencintaiMu ? namun hamba tiada akan pernah mundur….. hamba ingin senatiasa mengetuk pintuMu, hamba ingin senantiasa bersimpuh dihadapanMu, hamba ingin senantiasa memanggil-manggil hanya namaMu….. ya tiada yang lain….. hanya diriMu saja….. hanya diriMu saja yang ingin hamba tuju dikehidupan ini….
Rabb…… bukankah Engkau yang telah berfirman bahwa Engkau akan menerima ‘kedatangan’ seorang hamba, Engkau akan menerima taubat seorang hamba meskipun hamba membawa dosa sebanyak buih dilautan, meskipun hamba membawa dosa sebanyak pasir di lautan…? Rabbi…… betapa hamba sangat bahagia saat teringat akan firmanMu dalam sebuah hadits qudsi bahwa : bila seorang hamba mendekat kepadaMu sejengkal maka Engkau akan mendekat kepadanya satu hasta, bila seorang hamba mendekat kepadaMu sambil berjalan maka Engkau akan mendekat kepadanya dengan berlari. Ah betapa beruntungnya hamba bila cinta ini Engkau sambut dengan ‘penuh suka cita’, betapa beruntungnya hidup hamba bila Engkau sudi untuk menyemaikan cintaMu yang begitu agung kedalam diri hamba…..
Rabbana…… basahilah diri, hati, lisan dan pikiran ini dengan sepenuh-penuhnya cintaMu, jadikanlah lisan, diri, hati dan pikiran ini untuk senantiasa menyebut namaMu, untuk senantiasa mengingatMu, untuk senantiasa memurnikan cinta dan ketaatan hanya kepadaMu saja.
Dalam termaram cahaya rembulan malam
Dan dalam kesunyian yang begitu sepi
Ku duduk dan mencoba tuk menerawang
Memikirkan dan menelaah lembar-demi lembar kehidupan yang tlah dilalui
Ku ingin kembali merajut benang-benang kehidupan yang telah begitu kusut
Ku ingin kembali mengumpulkan cinta dan cita yang telah berserak
Ku ingin kembali menyatukan asa dan rasa yang begitu lama tak menentu
Agar semuanya kembali berjalan dalam alunan melodi keindahan
Agar semuanya kembali berjalan dalam irama cinta yang menenteramkan
CintaMu…………..
Adalah cinta yang tiada akan pernah lapuk oleh hujan
Adalah cinta yang tiada akan pernah lekang oleh panas
Karena cintaMu adalah sumber segala kehidupanku
Karena cintaMu adalah energi dalam setiap detik hidupku
Seorang bijak pernah berkata “
Dengan cinta, yang jauh akan menjadi terasa dekat, yang sulit akan menjadi terasa mudah, karena dalam hatinya telah tertanam dan senantiasa terbawa cinta dari Pujaan hatinya…………..
Tuesday, March 27, 2007
Tambatan hati….
Sebenarnya ada rasa malu yang begitu menggunung di dada, bagaimana bisa diri hamba ini mengaku-ngaku hamba dari DiriMu, apakah diri ini sudah seistiqomah para solihin? Ataukah diri ini sudah sesabar para shobirin ? ataukah diri ini sudah sejujur para sidiqqin? Ataukah diri ini sudah setawadhu para nabi dan rasulMu?
Atau hamba hanya mengaku-ngaku saja bahwa diri ini hambaMu, padahal melakukan ibadah saja masih dipenuhi dengan malas, sedangkan Engkau telah berfirman dalam kitabMu “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling nasehat menasehati dalam mentaati kebenaran dan saling nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran (Al-Ashr :1-3).
Ataukah hamba hanya mengaku-ngaku saja bahwa diri ini orang yang sabar, padahal baru diberikan ‘setitik’ ujian kesulitan dariMu diri ini sudah gelisah, diri ini sudah mengadu kesana kemari dan lupa mengadu padaMu, atau saat Engkau memberikan ‘setitik’ ujian kesenangan pada hamba seolah Engkau tidak pernah ada, seolah segalanya adalah hasil jerih payah dan usaha hamba, padahal segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang mungkin jadi kecuali Engkau telah memfirmankan ‘Kun..’ maka segala usaha yang manusia lakukanpun akan terjadi.
Ataukah hamba hanya mengaku-ngaku saja bahwa diri ini orang yang jujur, padahal Engkaulah yang Maha Tahu setiap kata-kata yang keluar dari bibir ini, padahal ada berjuta ketakutan bila orang lain tahu atau bahkan bila keluarga tahu seperti apa keadaan diri ini, diri yang kemana-mana memakai topeng, topeng yang bila bertemu dengan hamba-hambaMu yang soleh maka topeng soleh yang dipergunakan, topeng yang bila bertemu dengan orang-orang sabar maka topeng kesabaran yang digunakan, topeng yang bila betemu dengan ahli shalat maka topeng ahli shalat yang dipergunakan…….
Ataukah hamba hanya mengaku-ngaku saja bahwa diri ini orang yang tawadhu, padahal hampir tidak ada satu sisi pun yang menandakan ketawadhuan, saat Engkau berikan pada diri ini ‘sedikit’ kelebihan harta lantas kemana berteriak nih aku orang kaya, nih aku orang yang serba punya, namun apakah diri ini sudah sekaya dan setawadhu nabi sulaimanMu as? Atau saat Engkau memberikan ‘sedikit’ kelebihan ilmuMu, diri ini sudah berteriak kesana kemari bahwa ilmuku yang paling hebat, ilmuku yang paling dalam dan akulah yang paling pintar, segalanya tidak akan bisa berjalan tanpa ada aku, namun apakah diri ini sudah sepintar nabi musaMu as?
Duhai Tambatan hatiku, Engkaulah Maha Pembolak balik hati ini, ya Rabb, mungkin orang-orang akan mencibir pada hamba bahwa bagaimana mungkin orang seperti ini ingin jadi hambaMu, bahwa bagaimana mungkin orang yang penuh dosa ini ingin menjadi hambaMu, bagi hamba……….. biarkan semua orang di dunia ini mencibir keinginan hamba untuk menjadi hambaMu, karena yang paling penting bagi hamba adalah Engkau semaikan cintaMu dalam hati hamba, agar hamba dapat mengabdi kepadaMu dengan sepenuh-penuhnya ikhlas, agar hamba dapat mengabdi kepadaMu dengan sepenuh-penuhnya cinta.
Ya Rahman, Ya Rahim
Karuniakan pada diri hamba cintaMu
Cinta hamba-hamba yang senantiasa mencintaiMu
Cinta pada ilmu yang dapat membuat hamba semakin mencintaiMu
Cinta pada amal yang dapat membuat hamba semakin mencintaiMu
Serta jadikan rasa cinta hamba kepadaMu melebihi rasa cinta hamba pada diri dan keluarga hamba Ya Allah……
Ya Rabb….
Jangan Engkau jauhkan hamba dariMu
Jangan Engkau jauhi hamba
Jangan Engkau tinggalkan hamba
Karena tiada tempat untuk hamba memohon meminta dan mengadu selain kepadaMu
Ya Allah
Karuniakan senantiasa cinta yang tiada pernah bertepi
Kasih yang tiada pernah berakhir
Naungan rahmat
Perlindungan, bimbingan serta kasih sayangMu
Pada diri hamba, pada seluruh keluarga hamba, pada guru-guru hamba, pada sahabat-sahabat hamba serta kepada hamba-hambaMu Ya Allah…………
Thursday, March 22, 2007
Proses Kimia Cinta
yang telah uzur, sebuah pertanyaan yang menggelikan
tetapi sangat menarik, "Kalau Anda ingin kembali ke
masa muda, masa manakah yang akan Anda pilih?",
kira-kira bagaimana jawaban mereka?
Pastilah kebanyakan dari mereka akan langsung menjawab
ingin kembali ke masa SMU dengan alasan yang beraneka
raga m. Tetapi salah satu jawaban yang pasti adalah
ketertarikan mereka pada lawan jenis dengan
berjuta-juta jalan cerita yang tak kunjung usai untuk
diceritakan. Mereka mengakui bahwa ketika bertatapan
dengan kecengan atau pada saat berada di dekat dia
atau waktu ngobrol sama dia, akan timbul perasaan yang
tidak dimengerti (tidak biasanya terjadi), seperti
perasaan canggung/kikuk, malu, salah tingkah, atau
perasaan dag-dig-dug nggak karuan.
Harus diakui kebanyakan dari mereka tidak berusaha
sungguh-sungguh mencari jawabannya dan menganggap hal
tersebut sesuatu yang biasa saja sebagaimana
terpersonalisasinya pikiran bahwa jika berbicara
masalah ilmiah maka akan terbersit bayangan bahwa
ilmiah, sudah dari sononya memang sulit untuk
dipahami.
Terlepas dari hal tersebut merupakan kodrat manusia,
artikel ini akan menjelaskan secara definitif dan
sederhana tentang aliran kimiawi cinta. Sebelum turun
ke hati, aliran cinta akan transit dulu di otak untuk
melewati proses-proses kimiawi. Dan proses transit ini
memerlukan beberapa tahapan sehingga aliran kimiawi
cinta tidak sesederhana dan secepat peribahasa 'dari
mata turun ke hati'.
Tahap 1: Terkesan
Pada tahap ini, terjadi kontak antara dua orang
melalui alat indera (mata) baik melalui tatapan,
berdekatan, berbicara atau yang lainnya.
Tahap 2: Ketertarikan
Pada tahap ini otak akan terangsang untuk menghasilkan
tiga senyawa cinta, yaitu: Phenyletilamine (PEA),
Dopamine dan Nenopinephrine.
Phenyletilamine (PEA) atau 2-feniletilamina
Senyawa ini mempunyai Mr =121,18; titik didih sebesar
197-200oC ; berat jenis = 0,965 ; titik Fahrenheit =
195oF (90oC) dan memiliki bidang polarisasi ND 200 =
1,5335
Dopamine
Struktur Dopamine ada dua, yaitu:
Dopamine (3-hidroksitiramini hidrogenbromida atau
3,4-dihidroksiphene ntilamin)
Memp unyai Mr = 234,10 dan titik lebur 218-220ooC
Dopamine (3-hidroksitiraminh idrogenklorida atau
3,4-dihidroksiphene tilamin)
Mempunyai Mr = 189,64 dan titik lebur 241 – 243oC
Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang
paling berperan dalam proses kimiawi cinta. Senyawa
ini juga yang mengakibatkan kamu merasa tersipu-sipu,
malu ketika berpandangan dengan orang kamu sukai. Dan
ternyata senyawa PEA ini banyak terkandung dalam
coklat seperti Silver Queen, Waver Tango, Conello, Es
Krim, Choki-Choki, dan lain-lain. Mungkin inilah
sebabnya orang-orang dulu bahkan juga sekarang suka
memberi coklat pada seseorang yang dicintainya.
Tahap 3: Pengikatan
Pada tahap ini tubuh akan memproduksi senyawa
Endropin. Senyawa inilah yang akan menimbulkan
perasaan aman, damai, dan tentram. Otak akan
memproduksi senyawa ini apabila orang yang kita kasihi
berada di dekat kita.
Tahap 4: Persekutuan Kimia (Tahap Terakhir)
Pada tahap ini senyawa Oxyrocin yang dihasilkan oleh
otak kecil mempunyai peranan dalam hal membuat rasa
cinta itu menjadi lebih rukun dan mesra antara
keduanya.
- Jika orang sudah jatuh cinta kepada lain jenis, maka
ada tanda-tanda yang dapat kita lihat antara lain:
- Malu-malu jika orang yang dicintai memandanginya.
- Tunduk kepada perintah orang yang dicintai dan
mendahulukannya daripada kepentingan diri sendiri.
- Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan
mendengarkannya.
- Segera menghampiri yang dicintai.
- Mencintai apapun yang dicintai sang kekasih.
- Jalan yang dilalui terasa pendek sekalipun panjang
saat mengunjungi orang yang dicintai.
- Kaget dan gemetar tatkala berhadapan dengan orang
yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut.
- Cemburu kepada orang yang dicintai.
- Rela berkorban untuk orang yang dicintai.
- Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang
dicintai.
- Tunduk dan patuh kepada orang yang dicintai.
- Menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan
dengan orang yang dicintai dan membuatnya marah.
- Adanya kecocokan antara orang yang mencintai dan
yang dicintai.
Demikian tahapan-tahapan aliran kimiawi cinta, tetapi
janganlah kita terpersepsikan bahwa jika kata ‘cinta’
akan selalu berhubungan dengan pacaran. Sebab jika
kita berbicara masalah cinta, sebenarnya bukan hanya
untuk lawan jenis, tetapi perasaan cinta seseorang
kepada suami/istrinya, anak, teman, adik, serta
saudara yang lain.
Dan terlepas dari pembagian porsinya yang
berbeda-beda, haruslah diingat bahwa segala sesuatu
tersebut adalah karunia dari Sang Pencipta yakni Allah
SWT sehingga wajar porsi paling besar haruslah kita
berikan kepada Allah SWT. Dan semoga kita adalah
orang-orang yang bukan termasuk orang-orang yang
menyalahkan arti/makna cinta tersebut.
- Revan -
Sumber : sebuah milis.....
Perenungan hari ini
Ku ingin mencari jalan, jalan menuju cinta-Nya, jalan untuk menjadi hamba-Nya, hamba yang karena sayangNya Dia, maka 'mata-Nya' menjadi jalan untuk memandang, 'kaki-Nya' menjadi jalan untuk melangkah, dan setiap detik dan setiap helaan nafas ini menjadi jalan untuk melakukan pengabdian sepenuh-penuhnya pengabdian hanya untuk-Nya.
Ah.... betapa langkahku ini kadang begitu gontai, kakiku terseret seret, terseok-seok untuk mendapatkan ridhla-Nya. Betapa ku ingin saat ku menujuNya satu jengkal Dia menyambutku satu depa, saat ku menujuNya satu depa Dia menyambutku satu hasta, saat ku berjalan menujuNya Dia menyambutku dengan berlari......
Rabbi..... akankah Engkau ijinkan hamba untuk bersimpuh mempersembahkan pengabdianku kepadaMu dengan sepenuh-penuhnya pengabdian...?
Rabbi.... jangan Engkau jauhkan hamba dariMu, jangan Engkau jauhi hamba, jangan Engkau tinggalkan hamba ya Rabb........................
Rabbi... bimbinglah setiap detik kehidupan hamba dengan sebaik-baik bimbinganMu, tuntunlah hamba dengan seindah-indah tuntunanMu.........
Semaikanlah dalam hati hamba ini cintaMu, sehingga hamba dapat mencintaiMu dengan sepenuh-penuhnya cinta ya Rabb.........
Friday, March 16, 2007
Renungan
Entah apa yang tengah ku inginkan, sangat sederhana dan teramat sangat sederhana, ku ingin mendapatkan cinta, cinta yang tiada pernah lapuk oleh hujan dan tiada pernah lekang terkena panas, cinta yang tiada pernah bertepi, cinta yang tiada pernah berakhir. Cinta dari Yang Maha Cinta Sejati.
Tapi terkadang aku malu..... ku ingin Dia menyemaikan cintaNya di hatiku, tapi saat Dia memberikan sedikit ujian dalam hidup, ku sudah merasakan sebuah kegelisahan..... kadang ku malu saat ingin memohonkan permintaan, bagaimana mungkin ku meminta kepadaNya, sementara nikmat yang Dia berikan begitu tidak dapat ku hitung. Dalam surat ar-rahman Dia berfirman "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang akan kamu dustakan..."
Ah aku malu ya Rabb.... tapi kalau tidak meminta kepadaMu, kepada siapa lagi diri ini harus meminta.
Ya Allah
karuniakan pada diri hamba cintaMu
cinta hamba-hamba yang senantiasa mencintaiMu
cinta pada ilmu yang dapat membuat hamba mencintaiMu
cinta pada amal yang dapat membuat hamba mencintaiMu
serta jadikan rasa cinta hamba kepadaMu melebihi rasa cinta hamba pada diri dan keluuarga..
Ya Allah
jangan Engkau jauhkan hamba dariMu
jangan Engkau jauhi hamba
jangan Engkau tinggalkan hamba
karena kepada siapa lagi tempat hamba meminta dan mengadu kalau bukan kepadaMu
renungan di akhir malam