Thursday, April 05, 2007

Berkorban untuk dan atas nama cinta

Suatu hari ada seorang hamba tengah bermunajat setelah selesai melaksanakan shalatnya .... "Ya Rabbi, karuniakan kepada diri hamba cintaMu, cintaMu yang tiada pernah bertepi, cintaMu yang tiada pernah berakhir...."
Ah.... wahai diri yang berlumur dosa, pernahkah engkau berpikir atau merenung, sudah layakkah dirimu meminta kepada Allah agar Dia menyemaikan cintaNya yang begitu agung dalam hatimu?. Adakah engkau pernah mencoba untuk merenung dan berpikir, apakah saat Allah semaikan cintaNya yang agung dalam hatimu engkau telah siap dengan segala konsekwensi akan cintaNya itu? apakah engkau telah siap mengorbankan dirimu untukNya dan untuk segala yang Dia kehendaki dan Dia inginkan darimu...?
Padahal dalam al-quran Dia telah menggambarkan :
Dalam surat Ali-Imran : 142 "Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar"
dalam surat Al-Ankabut : 2-3 : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja mengatakan "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta".
Mengingat ayat-ayat ini sungguh jadi malu dan bertanya-tanya, apakah saat Allah menguji diri yang lemah ini akan bisa menjalaninya? ataukah malah akan menjadi lari dan meninggalkanNya? lantas kalau lari, kemanakah doa-doa yang selama ini dipanjatkan...?
Padahal dengan cintaNya lah alam ini ada, dengan cintaNyalah seluruh kehidupan dialam ini menjadi harmonis, padahal dengan cintaNyalah seluruh ibu rela mengorbankan nyawanya demi melihat si buah hati lahir ke dunia.
Duhai diri yang berselimut noda, sudah sejauh manakah kau berkorban untuk meraih cintaNya? sudah sebesar apa pengorbanan yang engkau lakukan untuk dan atas nama cintaNya?
Padahal bila melihat hamba-hambaNya yang shaleh pada generasi-generasi dahulu, mereka diuji kecintaan padaNya dengan ujian yang begitu dahsyat. Bagaimana Nabi Nuh diuji dengan ejekan-ejekan dari ummatnya saat membangun 'perahu' karena titahNya, bagaimana nabi luth diuji dengan berbagai musibah yang mungkin seorang manusiapun tidak akan pernah sanggup menanggungnya kalau bukan karena pertolongan dan cinta Allah, bagaimana nabi ibrahim diuji dengan ujian yang harus mengorbankan sang buah hati yang telah begitu lama didambakan...?

Ya Rabbana..... bimbinglah hamba untuk senantiasa berada dijalanMu, senantiasa berada dijalan untuk menuju kecintaanMu......

0 comments: