Friday, April 13, 2007

Kegelisahan karenaMu

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun puntelah berlalu, ku tersenyum sendiri saat kembali ku mengingat pencarianku akan apa yang menjadi penyebabku hadir di dunia ini. Saat dimana akhirnya hatiku mulai berlabuh dan gelora perasaan di hatiku mulai teredam oleh firman-firmanNya yang senatiasa ku baca dan ku coba mengerti akan apa yang Dia kehendaki.
Bagaimana kini ku mulai mengingat akan apa yang Dia persiapkan untukku, akan apa yang Dia latih dalam kehidupanku, akan apa yang Dia berikan untukku, semuanya ternyata bermuara pada sebuah persiapan yang Dia lakukan untuk menguatkanku berjalan menelusuri detik demi detik kehidupan yang harus kujalani.
Namun apa yang kini tengah dan telah kulakukan ? ku tengah berada di persimpangan yang justru dapat membuatku semakin merasakan kegelisahan, ya, gelisah ini kian menjadi-jadi, karena ku kini tengah merentas jalan menjauhiNya, ku kini tengah merentas jalan yang membuatku meninggalkanNya. Duhai Kekasih Yang Maha Sejati, betapa dalam firmanMu telah jelas bahwa barang siapa yang telah Engkau berikan peunjuk maka tiada seorang hambapun yang akan dapat menyesatkannya, dan barang siapa telah Engkau sesatkan ( karena kesombongan dan kelalaiannya) maka seorang hambapun tiada ada yang akan dapat memberi petunjuk kepada jalanMu kecuali atas izin dan pertolonganMu.
Rabbana, tolonglah hambaMu ini, ku tiada memiliki daya dan kekuatan kecuali semuanya karena Engkau jua yang memberikan, Rabb, kepadaMu hamba titipkan segala pengharapan dan kegelisahan ini, betapa ku tak pernah ingin jauh dariMu, betapa ku ingin selalu ada dalam dekapanMu, betapa ku ingin senantiasa berada dalam kepatuhan dengan sepenuh-penuhnya kepatuhan hanya padaMu, karena ku mengharap cintaMu, cintaMu yang begitu agung, cintaMu yang begitu suci.
Rabb, balaslah cinta dan kegelisahan ini dengan cinta dan bimbinganMu, agar semuanya menjadi nikmat ku jalani, apapun yang akan Engkau putuskan untukku, apapun yang akan Engkau berikan untukku, apapun yang akan Engkau siapkan untukku. Saat ku simak firmanMu dalam surat Ar-rad ayat 27-29 : “……….Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”. ah Rabb, betapa segalanya menjadi jelas, bahwa Engkau dan hanya Engkau yang berhak untuk diingat, hanya Engkau yang berhak untuk senantiasa ku sebut-sebut, bahwa hanya Engkau yang berhak untuk senantiasa ku panggil-panggil, walau panggilanku hanyalah panggilan seorang hamba yang penuh kelafaan dan dosa di pintuMu, diharibaanMu, di hadapanMu.
Duhai Yang Maha Pecinta Sejati, balaslah panggilanku, sambutlah harapanku, dekaplah aku dalam hangatnya pelukanMu, selimutilah aku dalam hangatnya cintaMu, karena ku yakin, Engkau akan selalu membalas harapan setiap hamba yang mengharap padaMu, Engkau akan senantiasa menyambut dengan gembira hamba-hamba yang ingin kembali padaMu.
Tiada yang berhak untuk diibadahi, disembah, ditaati kecuali Engkau seorang, tiada yang akan dapat memberiku petunjuk dan kekuatan kecuali Engkau semata. Ku tak akan pernah bosan untuk senantiasa memohon di depan pinta keagunganMu, ku tak akan pernah bosan untuk senantiasa memanggil segala keagunganMu, agar diri ini Engkau karuniai cintaMu yang Maha Sejati, agar diri ini Engkau karuniai kasihMu yang Maha Lembut.

Rabbana, karuniakan pada diri hamba cintaMu, cinta hamba-hamba yang senantiasa mencintaiMu, cinta akan ilmu yang dapat membuat hamba semakin mencintaiMu, cinta akan amal yang dapat membuat hamba semakin mencintaiMu, serta jadikan rasa cinta hamba kepadaMu melebihi rasa cinta hamba pada diri dan keluarga hamba.
Ya roufurrahim, dekaplah hamba dengan hangatnya dekapan kasih sayangMu, belailah hamba dengan lembutnya belaian kasih sayangMu, serta selimutilah hamba dengan hangatnya selimut cinta dan magfirahMu. Serta jadikan bila saatnya tiba nanti, kepulangan hamba kepadaMu adalah saat-saat yang senantiasa ku nantikan dan menjadi saat-saat yang paling indah dalam hidupku, saat dimana ku akan bertemu denganMu, saat dimana ku akan bertemu dengan rasulMu yang mulia, rasul yang telah memberikan cotoh dan tauladan untuk senantiasa berusaha kuikuti sepanjang hidupku.

Thursday, April 05, 2007

Berkorban untuk dan atas nama cinta

Suatu hari ada seorang hamba tengah bermunajat setelah selesai melaksanakan shalatnya .... "Ya Rabbi, karuniakan kepada diri hamba cintaMu, cintaMu yang tiada pernah bertepi, cintaMu yang tiada pernah berakhir...."
Ah.... wahai diri yang berlumur dosa, pernahkah engkau berpikir atau merenung, sudah layakkah dirimu meminta kepada Allah agar Dia menyemaikan cintaNya yang begitu agung dalam hatimu?. Adakah engkau pernah mencoba untuk merenung dan berpikir, apakah saat Allah semaikan cintaNya yang agung dalam hatimu engkau telah siap dengan segala konsekwensi akan cintaNya itu? apakah engkau telah siap mengorbankan dirimu untukNya dan untuk segala yang Dia kehendaki dan Dia inginkan darimu...?
Padahal dalam al-quran Dia telah menggambarkan :
Dalam surat Ali-Imran : 142 "Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar"
dalam surat Al-Ankabut : 2-3 : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja mengatakan "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta".
Mengingat ayat-ayat ini sungguh jadi malu dan bertanya-tanya, apakah saat Allah menguji diri yang lemah ini akan bisa menjalaninya? ataukah malah akan menjadi lari dan meninggalkanNya? lantas kalau lari, kemanakah doa-doa yang selama ini dipanjatkan...?
Padahal dengan cintaNya lah alam ini ada, dengan cintaNyalah seluruh kehidupan dialam ini menjadi harmonis, padahal dengan cintaNyalah seluruh ibu rela mengorbankan nyawanya demi melihat si buah hati lahir ke dunia.
Duhai diri yang berselimut noda, sudah sejauh manakah kau berkorban untuk meraih cintaNya? sudah sebesar apa pengorbanan yang engkau lakukan untuk dan atas nama cintaNya?
Padahal bila melihat hamba-hambaNya yang shaleh pada generasi-generasi dahulu, mereka diuji kecintaan padaNya dengan ujian yang begitu dahsyat. Bagaimana Nabi Nuh diuji dengan ejekan-ejekan dari ummatnya saat membangun 'perahu' karena titahNya, bagaimana nabi luth diuji dengan berbagai musibah yang mungkin seorang manusiapun tidak akan pernah sanggup menanggungnya kalau bukan karena pertolongan dan cinta Allah, bagaimana nabi ibrahim diuji dengan ujian yang harus mengorbankan sang buah hati yang telah begitu lama didambakan...?

Ya Rabbana..... bimbinglah hamba untuk senantiasa berada dijalanMu, senantiasa berada dijalan untuk menuju kecintaanMu......